Selalu begitu, kata-kata mengaburkan prasangka terhadap waktu. Seolah waktu bisa bengkok dan pertemuan ini tak akan ada habisnya.
...
Apalah yang kucintai kalau bukan berkata-berkata denganmu. Membaginya denganmu hanya menghabis-habiskan waktu, dengan cara favoritku. Karena apalagi yang kupacari kalau bukan waktu dan kata-katamu.
Karena bersama kata-kata ada ruang yang terisi. Karena oleh kata-kata disambungkan kedua hati. Karena hanya kata-katamu yang bisa kubawa lari ke sana ke mari.
Dan apalah yang bisa kutunggu selain waktumu yang akan kau berikan padaku. Karena apalah yang lebih indah dari menyia-nyiakan waktumu untukku. Sungguh, soal waktu mewaktu ini menyanjungku.
Membagi waktu dan menyantapnya berdua denganmu adalah alasan kenapa ikatan ini sulit ditinggalkan.Berbagi waktu denganmu rasanya lezat, apalagi diselingi lelehan tawa cokelat yang hangat. Hmm...membayangkannya saja nikmat.
Dan waktu dan kata-katamu, salahkan mereka kenapa begitu adiktif bagiku.
Dan apalah yang bisa kutunggu selain waktumu yang akan kau berikan padaku. Karena apalah yang lebih indah dari menyia-nyiakan waktumu untukku. Sungguh, soal waktu mewaktu ini menyanjungku.
Membagi waktu dan menyantapnya berdua denganmu adalah alasan kenapa ikatan ini sulit ditinggalkan.Berbagi waktu denganmu rasanya lezat, apalagi diselingi lelehan tawa cokelat yang hangat. Hmm...membayangkannya saja nikmat.
Dan waktu dan kata-katamu, salahkan mereka kenapa begitu adiktif bagiku.





0 komentar:
Posting Komentar