Pulang?

Sore itu aku dihajar kata-kata. Ditohok tepat di pusat rasa.

Betapa kata-kata mempermainkanmu. Memburamkan
pandangan dan membedah isi hati. Mungkin ini soal diksi.

Hampir 4 bulan, baru 4 bulan aku, aku tinggal di Jogja. Jadi mahasiswa, ini kota tempat masa depan ditata. Sekedar itu.
Siapa sangka keluarga baru tumbuh di sini. Satu-satu jadi kakak adik baru. Tempat bersenang dan bersedih, di mana lagi kalau bukan di sini. Tak terduga.

Kemarin dulu aku berangkat ke kampung halaman. Seminggu di sana lalu pulang ke Jogja.
Itulah masalahnya. Mengejutkan diriku sendiri, sejak kapan rumah ada di sini? Sejak kapan pulang artinya ke sini?
Katanya, pulang adalah kemana hatimu berada. Di sinikah?
Aku masih positif, hatiku, sebagian besarnya, masih di sana. Alasan aku ada dan kenapa aku harus terus ada, ada di sana.
Lalu kenapa pulang ada di sini? Mengusik hati.
Mungkin pulangku punya definisi sendiri?
Mungkin pulangku begitu dangkal diberi arti?
Mungkin pulangku hanya soal kuantitas waktu?
Entah kenapa begitu mengganggu pemahamanku.
Aku masih anak ibuku.

0 komentar:



Posting Komentar